WartaReview – Film keluarga menjadi satu dari sekian banyak tema film yang dapat dijadikan pilihan oleh para penonton. Biasanya, film jenis ini mengangkat hubungan yang ada pada sebuah keluarga beserta dengan konflik yang sering terjadi di dalamnya.
Secara pesan dan jalan cerita, film jenis ini kemungkinan besar bakal relate dengan semua penonton. Sebab, hampir semua keluarga di Indonesia memiliki masalah yang itu-itu saja, alias sama.
Meski tidak pernah merasakan secara langsung, setidaknya, para penonton pasti pernah mendengar konflik yang kerap dialami dalam sebuah keluarga. Kedekatan konflik inilah yang menjadi satu daya tarik bagi film bertema keluarga.
Daftar Film Keluarga
Dari dulu sampai sekarang, film bertema keluarga memang sudah banyak disajikan oleh para sineas Tanah Air kepada para penonton. Dari jumlahnya yang banyak, WartaReview cuma bakal memberikan 10 ulasan di antaranya saja. Simak selengkapnya!
1. Keluarga Cemara 2

Sudah sangat jelas, berdasarkan dari judulnya, ini merupakan film keluarga. Film yang disutradarai oleh Ismail Basbeth ini berkisah tentang sebuah keluarga yang terdiri dari karakter Abah, Emak, Euis, Ara, dan Agil. Di film ini, para penonton bakal disuguhkan dengan kehidupan keluarga dan konflik yang menyertai mereka.
Secara singkat, film ini, Emak dan Abah mesti memutar otak sedemikian rupa guna mengembalikan ekonomi keluarga menjadi stabil lagi. Di satu sisi, Abah telah mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik ayam.
Namun, masalah bukan cuma itu saja. Di sisi lain, selain ekonomi, Emak dan Abah juga merasa resah dengan ketiga buah hati mereka.
Pertama, Agil tengah tumbuh sebagai seorang anak yang sering rewel, sebagaimana umumnya anak di usianya. Kedua, Ara terus-menerus jadi sosok yang merasa kesepian. Terakhir Eusi, ia tengah merasakan kasmaran di usianya.
Baca juga: Film Stephen Chow
2. Miracle in Cell no.7

Ini adalah film keluarga yang diadaptasi dari film asal Korea Selatan dengan judul yang sama. Dalam versi Indonesia, film yang diluncurkan pada tahun 2022 lau ini dibintangi oleh artis papan atas Tanah Air, satu di antaranya Vino G. Bastian.
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini fokus mengisahkan karakter bernama Dodo Rozak. Singkat cerita, Dodo dituding sebagai sosok yang membunuh dan memperkosa seorang bocah cilik. Hal ini membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi.
Dodo memang diceritakan sebagai karakter yang punya keterbatasan kecerdasan. Selama di dalam penjara, seharusnya Dodo tidak bisa lagi bersama dengan sang buah hati, Kartika. Untung saja, ada sejumlah rekannya di dalam sel yang mau menolong sang anak bergabung di dalam penjara.
Baca juga: Film Sedih
3. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Film keluarga satu ini cukup mendapatkan sambutan hangat saat awal peluncurannya di bioskop Indonesia. Sebab, bukan cuma karena dibintangi oleh para aktor dan aktris papan atas Indonesia, film ini mampu menyampaikan kesan yang mendalam kepada para penontonnya.
Film ini berkisah tentang beberapa saudara kandung. Mereka adalah Awan, Aurora, dan Angkasa. Awalnya, mereka tampak sebagai sekeluarga yang bahagia.
Namun, siapa sangka, hal ini bisa seketika sirna usai orang tua mereka merasa tertekan oleh sosok Awan. Singkatnya, dari situ, timbullah konflik yang melibatkan anak-anak yang lain. Dari sini pula, mereka sampai pada sebuah rahasia serta perasaan trauma yang cukup berat.
Baca juga: Film Animasi Terbaik
4. Cek Toko Sebelah

Film keluarga garapan Ernest Prakasa ini bukan cuma menyuguhkan pesan dan impresi yang mendalam kepada para penontonnya, namun juga memberikan sedikit bumbu-bumbu komedi di dalamnya. Para penonton sukses dibuat tertawa dengan akting para pemain dan jalan cerita yang segar.
Secara cerita, film ini mengangkat keresahan yang cukup banyak dirasakan oleh segelintir orang di Indonesia. Konflik yang dibawa pun bukan cuma dari satu sudut pandang, namun berasal dari beberapa sudut pandang para tokohnya. Dan semua disajikan dengan cukup baik.
Ceritanya, seorang ayah memiliki warung yang terbilang sukses dan sudah memiliki banyak pelanggan. Warung ini dirintisnya dari nol sejak awal. Sadar usianya sudah tua, ia ingin anak termudanya, yang diperankan Ernest, meneruskan warung ini.
Namun, Ernest enggan melakukannya sebab, di sisi lain, ia pun sudah punya karier yang sangat mapan di kantornya. Ia sebenarnya ingin warung itu diteruskan oleh sang kakak saja, namun sang ayah tak percaya. Sebab, sang kakak dianggap gagal menjalani hidupnya sendiri dan banyak mendapatkan kegagalan, berbeda dengan Ernest.
Baca juga: Urutan FIlm Mission Impossible
5. Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Film keluarga satu ini, secara cerita, merupakan kelanjutan dari film prekuelnya yang juga sukses di pasaran Indonesia, yakni Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Namun, di sekuel ini, film bakal lebih banyak menyoroti karakter Aurora yang memutuskan untuk tinggal di London.
Ceritanya, Aurora, selama tinggal di London, tidak pernah memberikan kabar apa pun kepada orang tuanya selama dua bulan lamanya. Hal ini membuat orang tuanya khawatir dan memutuskan untuk meminta Awan dan Angkasa menengok Aurora di London. Keduanya pun diminta untuk membujuk Aurora kembali ke Indonesia.
Ternyata, Aurora tengah disibukkan untuk kembali membangun kehidupannya yang sempat terpuruk akibat hubungan yang tidak sehat. Di London, Aurora berusaha untuk menghidupi dirinya secara mandiri, dan memilih tidak memakai uang kiriman dari orang tuanya.
Di sisi lain, kehadiran Awan dan Angkasa malah dianggap menambah runyam kondisi Aurora. Konflik pun dimulai.
Baca juga: Urutan Film One Piece
6. Ngeri-Ngeri Sedap

Film keluarga satu ini juga mendapatkan respons yang sangat baik dari para penikmat film Indonesia. Bukan cuma mampu mengangkat tema dan konflik dalam hubungan keluarga keluarga, namun film ini juga sukses mengocok perut para penontonnya. Sentuhan komedi yang segar cukup memberikan bumbu komedi pada tema keluarga yang berat.
Film ini berkisah tentang keinginan seorang ibu yang ingin buah hatinya berkumpul semua. Ia pun memutar otaknya supaya keinginannya terealisasi. Awalnya, ia menciptakan sebuah masalah secara sengaja. Harapannya, buah hatinya benar-benar berkumpul semua.
7. Gara-Gara Warisan

Sama seperti sebelumnya, film keluarga satu ini juga mampu memberikan sentuhan komedi di dalamnya. Pesan dan konflik keluarga yang kerap terjadi di Indonesia sukses disajikan dengan ringan, namun tetap mampu menyampaikan amanat dari cerita film.
Ceritanya, ada tiga orang saudara yang ingin mengambil alih warisan yang diberikan oleh ayah mereka. Dari sini, masalah pun mulai bermunculan ke permukaan.
Bukan cuma itu, ketidaksukaan pada masa lampau pun akhirnya tersingkap. Hal ini membuat relasi antara ketiganya makin runyam saja.
8. Ali & Ratu-Ratu Queens

Film keluarga satu ini menyoroti seorang karakter yang diberi nama Ali. Nantinya, Ali ini bakal mendapatkan sejumlah pengalaman hidup yang berharga.
Ceritanya, karakter Ali ini memutuskan untuk terbang ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Di sana, ia berusaha menemukan sosok ibundanya.
Namun, siapa sangka, Ali malah bertemu dengan segerombolan ibu-ibu, alih-alih bertemu dengan wanita yang melahirkannya secara langsung. Namun, di titik inilah Ali memperoleh banyak pelajaran hidup, mulai dari arti sahabat, keluarga, sampai cinta.
9. Susah Sinyal

Satu lagi film keluarga yang digarap oleh Ernest Prakasa. Ya, inilah Susah Sinyal. Judul film ini bakal relate dengan jalan cerita.
Ceritanya, ada seorang ibu dan seorang anak, layaknya di zaman sekarang. Namun, sang ibu sibuk dengan profesinya. Sedangkan, sang anak pun tidak terlalu mau cerita banyak tentang kehidupannya kepada sang ibu. Bahkan, satu sama lain, mereka berdua tidak tahu perasaan masing-masing, walaupun sudah tinggal satu atap sejak lama.
Singkatnya, anak dan ibu ini memutuskan untuk berlibur bersama ke suatu tempat. Sayangnya, di tempat itu, sinyal ponsel sulit untuk diperoleh. Namun, positifnya, hal ini membuat keduanya lebih banyak berinteraksi satu sama lain.
10. Eyang Ti

Satu lagi film keluarga yang cukup relate dengan masyarakat Indonesia. Ceritanya, ada seorang nenek (Eyang Ti) yang amat memperdulikan kondisi sang cucu, sebagaimana biasanya nenek pada umumnya.
Di satu sisi, hal ini terlihat sangat baik. Namun, hal berbeda terjadi di sisi lain. Ternyata, menantu sang bebek merasa tidak nyaman dengan kehadiran nenek ini.
Bagi sang menantu, adanya Eyang Ti cuma akan menimbulkan masalah di keluarga kecil mereka, alih-alih kebahagiaan. Konflik ini pun membuat kesan yang buruk kepada sang cucu.
Demikian 10 film keluarga yang telah diulas oleh WartaReview. Selain 10 film di atas, sebenarnya, masih banyak film lain yang mengangkat tema keluarga dan patut dijadikan referensi.