5 Film Romantis Indonesia Terbaik, dari yang Manis sampai Bikin Greget

  • Warta Review
  • Nov 29, 2023
film romantis indonesia

WartaReview – Ini dia deretan film romantis Indonesia. Industri film Indonesia telah menghadirkan sejumlah karya romantis yang memikat hati penonton dengan kisah cinta yang mengharukan dan penuh warna lokal.

Dari mulai cerita sedih sampai manis, semua tertuang dalam satu film. Cukup membangkitkan emosi bagi para penonton.

Rekomendasi Film Romantis Indonesia

Tanpa berlama-lama lagi, mari simak film romantis Indonesia terbaik yang tidak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga merefleksikan budaya dan keindahan alam Indonesia.

1. Ada Apa dengan Cinta? (2002)

Ada Apa dengan Cinta? (2002)
Source: IMDB

Film romantis Indonesia yang pertama adalah  “Ada Apa dengan Cinta?” yang dirilis pada 7 Februari 2002 dan menampilkan Dian Sastrowardoyo serta Nicholas Saputra sebagai tokoh utama. Cerita ini mengisahkan kisah cinta di masa-masa SMA.

Dian Sastrowardoyo memerankan Cinta, seorang gadis cantik, pintar, dan ceria. Ia sering menjadi juara lomba puisi di sekolahnya yang diadakan setiap tahun. Suatu tahun, ketika juara lomba puisi akan diumumkan, semua orang yakin bahwa Cinta akan menjadi pemenangnya. Namun, secara mengejutkan, Rangga (Nicholas Saputra) yang keluar sebagai pemenang.

Karena Cinta dan teman-temannya adalah pengurus mading sekolah, Cinta harus mewawancarai Rangga. Namun, Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri, dan dingin. Saat Cinta mencoba berbicara dengannya, ia melihat buku yang dipegang oleh Rangga, yaitu buku “Aku” karya Sjumandjaja. Cinta memberikan surat kepada Rangga, tetapi hal itu justru membuat Rangga emosional, dan bukunya tanpa sengaja terjatuh.

Baca juga: 6 Film Zombie Korea, Tegang dan Bikin Merinding

2. Ayat-Ayat Cinta (2008)

Ayat-Ayat Cinta (2008)
Source: VIU

Film “Ayat-Ayat Cinta” disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan perdana tayang pada 28 Februari 2008. Ini merupakan adaptasi dari novel best-seller karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul sama. Ceritanya berlatar di Kairo, Mesir, dan menampilkan para aktor ternama seperti Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Puteri, Zaskia Adya Mecca, dan Melanie Putria.

Film ini mengisahkan kehidupan Fahri (diperankan oleh Fedi Nuril), seorang pelajar Indonesia yang sedang mengejar gelar masternya di Universitas Al-Azhar, Kairo. Meskipun hidup sederhana, Fahri berjuang sebagai penerjemah buku-buku agama untuk bertahan di Mesir. Dia memiliki mimpi tinggi, kecuali dalam hal pernikahan.

Suatu hari, Fahri berkenalan dengan Maria Girgis (diperankan oleh Carissa Puteri), seorang perempuan Mesir beragama Kristen Koptik yang mengagumi Al-Qur’an. Maria tinggal di flat yang sama dengan Fahri dan selalu siap membantu Fahri serta teman-teman sekamarnya.

Meskipun Maria memiliki perasaan pada Fahri, ia hanya mencurahkan perasaannya dalam buku harian. Fahri baru menyadari perasaan Maria saat Maria jatuh sakit. Kemudian, Aisha (diperankan oleh Rianti Cartwright) muncul dalam kehidupan Fahri dan menyihir hatinya dengan kecantikannya.

Baca juga: 7 Film Horor Malaysia Terseram, Berani Nonton?

3. Habibie & Ainun (2012)

Habibie & Ainun (2012)
Source: VIU

Film “Habibie & Ainun,” yang diperankan oleh Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari, dirilis pada tahun 2012. Film ini mengangkat kisah cinta antara mantan kepala negara Indonesia, BJ Habibie, dengan Almarhumah Ibu Hasri Ainun, yang diadaptasi dari buku novel “Habibie & Ainun”.

Melalui buku ini, BJ Habibie menceritakan sejarah hidupnya bersama Ainun, mulai dari pertemuan pertama mereka di Ranggamalela, Bandung, hingga akhir hayat Habibie.

Rudy Habibie, seorang jenius ahli pesawat terbang, memiliki impian besar untuk berbakti kepada bangsa Indonesia dengan menciptakan truk terbang untuk menyatukan negara. Sementara Ainun, seorang dokter muda yang cerdas, memiliki karir yang cerah di depannya.

Pada tahun 1962, dua teman SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta pada Ainun seketika, melihatnya sebagai sosok yang semanis gula. Ainun, selain jatuh cinta, juga memiliki iman pada visi dan mimpi besar Habibie. Mereka menikah dan pergi ke Jerman.

Mimpi tidak pernah mudah untuk diwujudkan. Cinta mereka tumbuh seiring perjalanan mereka dalam mewujudkan impian tersebut. Mereka menghadapi dinginnya salju di Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian, dan godaan harta dan kekuasaan ketika kembali ke Indonesia, menyertai perjalanan hidup mereka yang menyatu.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya, mata yang melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya.

Baca juga: 5 Film Komedi Terbaik Sepanjang Masa, Dijamin Buat Mood Naik

4. Dilan 1990 (2018)

Dilan 1990 (2018)
Source: IMDB

Novel karya Pidi Baiq yang mengisahkan kisah cinta antara Dilan dan Milea diangkat ke layar lebar dalam film “Dilan 1990.” Film ini menjadi adaptasi pertama yang memperkenalkan kisah asmara dua anak muda ini kepada masyarakat Indonesia.

Disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq, penulis asli novel Dilan yang juga turut berkontribusi dalam produksi film seperti “Baracas: Barisan Anti Cinta Asmara” dan “Koboy Kampus.” Iqbaal Ramadhan berperan sebagai Dilan, sedangkan Vanesha Prescilla memerankan Milea. Film “Dilan 1990” berhasil meraih sambutan positif dari penonton.
Teman Tapi Menikah (2018)

Film “Teman Tapi Menikah” adalah adaptasi dari buku karya Ayudian Bing Slamet dan diproduksi oleh Falcon Pictures. Film ini meraih kesuksesan sebagai box office ketika dirilis pada tahun 2018.

Cerita yang diceritakan dalam film ini menggambarkan kisah nyata perjalanan cinta Ayudia Bing Slamet yang akhirnya berujung pada pernikahan. Awalnya hanya sebagai sahabat, Ayudia akhirnya jatuh cinta pada Muhammad Pradana Budiarto, atau lebih dikenal sebagai Ditto Percussion. Pasangan ini sekarang telah dikaruniai seorang putra bernama Dia Sekala Bumi.

Ditto telah lama menyimpan perasaan untuk Ayudia, walaupun perasaannya yang dalam telah berlangsung selama 11 tahun dan terjebak dalam friendzone. Ditto menyukai Ayudia karena gaya tomboynya.

Keduanya pertama kali bertemu sebagai teman di SMP, bahkan duduk sebangku. Persahabatan mereka terus berlanjut hingga SMA. Meskipun Ayudia sebagai seorang artis sering menghabiskan waktu di lokasi syuting, hubungan mereka tetap berlanjut di luar sekolah.

Dengan berbagai cara, Ditto berusaha mendekati Ayudia, mulai dari membentuk band hingga menjadi musisi perkusi profesional.

Namun, Ayudia hanya menganggapnya sebagai teman curhat semata. Pada akhirnya, kisah cinta mereka berkembang, meskipun keduanya sempat memiliki pasangan masing-masing dan sering melakukan double date.

Baca juga: 5 Film Romantis Korea Terbaik, Bikin Baper dan Susah Move On

5. Noktah Merah Perkawinan (2022)

Noktah Merah Perkawinan (2022)
Source: IMDB

Film romantis Indonesia yang terakhir adalah “Noktah Merah Perkawinan”, yang merupakan sebuah film layar lebar, dirilis pada bulan September 2022. Film ini dibintangi oleh Oka Antara, Marsha Timothy, dan Sheila Dara sebagai pemeran utama.

Cerita film ini berkisah tentang hubungan pernikahan antara Gilang (Oka Antara) dan Ambar (Marsha Timothy), yang semakin memburuk karena orang tua Ambar sering meminta uang secara diam-diam kepada Gilang tanpa sepengetahuan Ambar. Gilang enggan jujur kepada Ambar mengenai permintaan uang tersebut.

Gilang, seorang arsitek lanskap, merancang dan mendesain konsep tanaman, misalnya di kebun rumah atau kafe. Sementara itu, Ambar adalah seorang pengajar workshop keramik dan sibuk mengurus kedua anak mereka.

Suatu hari, ketika orang tua Ambar ingin berkunjung, Ambar menolak dan meminta Yuli (Sheila Dara), salah satu muridnya di workshop keramik, untuk mengantar anak-anak mereka. Tanpa sengaja, Yuli bertemu dengan Gilang dan mereka berdua berbincang sejenak. Gilang memberikan kartu nama miliknya kepada Yuli.

Kedekatan Yuli dan Gilang semakin berkembang saat mereka berdua terlibat dalam mendesain kafe outdoor milik Kemal (Roy Sungkono), pacar Yuli. Meskipun Gilang awalnya merasa nyaman dengan Yuli, perasaan ini muncul setelah perang dingin yang lama dengan Ambar.

Film romantis Indonesia tidak hanya membangkitkan emosi penonton tetapi juga menghadirkan keindahan budaya dan alam Indonesia. Dari cerita cinta masa sekolah hingga kisah cinta yang melibatkan mitos dan keajaiban, semuanya menarik untuk ditonton.