WartaReview – Ada banyak film tentang pendidikan sampai dengan saat ini. Film-film ini, selain bisa juga disaksikan setiap saat, sangat cocok untuk ditonton ketika momen-momen tertentu yang berkaitan dengan pendidikan, salah satunya Hari Guru Nasional yang diperingati pada 25 November.
Tak jarang, film yang mengusung tema pendidikan punya nilai inspirasi tinggi dan mampu menggugah semangat para penontonnya, termasuk untuk lebih bersyukur dan giat belajar. Maka dari itu, film jenis ini cocok dijadikan pilihan bagi para guru atau orang tua yang ingin nonton bareng (nobar) dengan para buah hati atau para murid didik.
Beberapa film bertema pendidikan juga, biasanya, mengangkat sudut pandang dari para pelajar maupun para pendidik. Para penonton bisa lebih dekat dengan para karakter yang ada di dalamnya. Bukan cuma dekat, bahkan, bisa jadi, para penonton sendiri sangat relate dengan para karakter di dalamnya.
Daftar Film Tentang Pendidikan
Nah, di kesempatan kali ini, WartaReview akan menyuguhkan list perihal film bertema pendidikan. Kali ini, WartaReview sengaja membuat list film Indonesia. Apa saja film itu? Simak selengkapnya!
Baca juga: Urutan Film Tinker Bell
1. Laskar Pelangi (2008)

Film tentang pendidikan pertama ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata dan berhasil mencapai respons amat positif pada eranya. Dengan meraih penonton sebanyak 4,6 juta orang, Laskar Pelangi ini bahkan sempat menduduki peringkat empat pada kategori film dengan jumlah penonton paling banyak di Indonesia.
Cerita film ini mengambil latar belakang kehidupan para penduduk yang ada di Kabupaten Belitung. Utamanya, film ini menyoroti perjuangan dua orang guru dan 10 orang murid yang berusaha keras memperjuangkan sekolah supya tak ditutup.
Lewat karakter masing-masing, guru dan murid di Laskar Pelangi berkolaborasi untuk menjaga kelangsungan pendidikan. Melalui beragam cara, mereka berupaya supaya sekolah tetap beroperasi sekaligus memperlihatkan semangat juang yang menginspirasi.
Pesan yang ingin disampaikan oleh film ini tampak jelas: keterbatasan bukan sebuah halangan besar ketika mengejar pendidikan. Dengan kegigihan dan semangat, guru serta para murid membuktikan bahwa setiap rintangan dapat diatasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
Baca juga: Urutan Film Insidious
2. Negeri 5 Menara (2012)

Film tentang pendidikan ini menceritakan perjalanan Alif. Ia adalah seorang pelajar yang awalnya bercita-cita untuk belajar ke kampus impian, tetapi terpaksa mengurungkan niatnya itu sebab permintaan orang tua supaya ia masuk ke Pondok Pesantren.
Ketika berada di Pondok Pesantren, kondisi Alif mengalami perubahan signifikan, terutama setelah bersua dengan lima orang teman baru. Kelimanya adalah Baso. Atang, Dulmajid, Said, dan Raja. Hubungan erat di antara mereka semakin terjalin setelah menjalani punishment atas pelanggaran mereka.
Film ini bukan cuma memberikan hiburan, tetapi juga memberikan motivasi terkait pendidikan kepada para penonton. Salah satu guru memberikan motivasi kepada Alif serta sahabatnya untuk berusaha belajar dengan gigih.
Akhirnya, Alif dan lima orang temannya itu bercita-cita untuk menaklukan dunia. Cita-cita mereka pun berawal dari Indonesia hingga ke Asia. Setelah itu, melebar ke Afrika, Eropa, dan Amerika. Dengan tekad untuk menjadi bermanfaat bagi banyak orang, impian mereka menjadi pendorong untuk terus berjuang meraih kesuksesan.
Baca juga: Urutan Film Avengers
3. Tanah Surga Katanya (2012)

Film tentang pendidikan ini mengangkat kisah seorang guru dan dokter. Mereka berdua diutus untuk memberikan pelayanan di daerah terpencil di kawasan Kalimantan.
Selama menjalankan tugas, mereka sadar jika tingkat pendidikan dan rasa nasionalisme di daerah itu sangat rendah. Fakta menyedihkan muncul ketika anak-anak di kawasan itu tak tahu soal bendera merah putih, lagu kebangsaan, dan pahlawan Indonesia.
Ketidakpahaman anak-anak terhadap Indonesia yang lebih mencintai dan mengenal negara tetangga, dalam hal ini Malaysia, menjadi sorotan dalam film ini. Keadaan ini membuat para karakter merasa prihatin terhadap kondisi nasionalisme di kalangan anak-anak daerah tersebut.
Dengan tekad untuk memperbaiki situasi tersebut, guru dan dokter tersebut berusaha dengan segala cara. Salah satu hal tersebut ialah jadi guru bagi para anak di Kalimantan.
Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan rasa nasionalisme serta menyediakan pendidikan yang baik bagi para anak kecil yang ada di sana. Dengan hal itu, diharapkan anak-anak dapat mengenali dan mencintai tanah air mereka dengan lebih baik.
Baca juga: Urutan Film Fantastic Beast
4. Sokola Rimba (2013)

Film tentang pendidikan ini mengangkat kisah nyata Butet Manurung. Ia merupakan sosok perempuan yang bekerja pada lembaga konservasi di kawasan Jambi.
Dalam perjalanannya, ia menemukan panggilannya untuk menjadi seorang pengajar. Film ini menggambarkan dengan jelas tekad dan semangat Butet yang sepenuhnya berdedikasi untuk dunia pendidikan.
Dengan penuh keikhlasan, Butet mengajarkan berbagai pelajaran baru untuk memberikan bekal pengetahuan kepada anak-anak di daerah tersebut. Ketulusan Butet bertentangan dengan keyakinan penduduk di sana, yang percaya jika keterampilan membaca serta menulis hanya akan membawa malapetaka bagi kampung mereka.
Meskipun menghadapi resistensi dan pandangan skeptis, Butet tidak pernah menyerah dan terus melanjutkan misinya sebagai seorang pengajar. Ia bahkan harus melawan adat daerah suku setempat serta mengubah pola pikir orang tua yang awalnya tidak memberikan prioritas pada pendidikan.
Perjuangan Butet Manurung dalam film ini menginspirasi untuk terus memperjuangkan hak pendidikan, meskipun dihadapkan pada tantangan dan ketidaksetujuan masyarakat sekitar.
Baca juga: Film Arnold Schwarzenegger
5. Aisyah Biarkan Kami Bersaudara (2016)

Film tentang pendidikan ini mengangkat kisah inspiratif Aisyah. Ia merupakan sosok guru di kawasan Nusa Tenggara Timur, yang menjadi pusat cerita dengan nuansa penuh pesan moral.
Menariknya, Aisyah, sebagai seorang pengajar yang beragama Islam, harus menghadapi tantangan besar ketika mengajar di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, yaitu NTT. Film ini menggambarkan perjalanan Aisyah yang penuh ikhlas.
Aisyah akan dihadapkan pada berbagai situasi yang menantang. Salah satunya ialah saat seorang siswa menolak masuk kelas cuma karena gurunya adalah seorang muslim.
Kisah ini tidak hanya memperlihatkan perjuangan seorang guru dalam mengatasi hambatan-hambatan yang muncul. Para penonton juga akan disuguhkan dengan pesan yang mendalam tentang toleransi dan saling menghargai dalam perbedaan.
Aisyah menjadi simbol pengajian nilai-nilai kehidupan yang esensial, mempromosikan pentingnya sikap terbuka dan saling menghormati antarumat beragama. Dengan sentuhan dramatis dan penuh makna, film ini mengajak penonton untuk merenung tentang pentingnya kerukunan dan keberagaman dalam membangun masyarakat.
6. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Film tentang pendidikan yang tayang pada tahun 2015 silam ini mengangkat kisah inspiratif salah satu perjuangan pahlawan nasional. Ia adalah Tjokroaminoto.
Tjokroaminoto diceritakan sebagai seorang bangsawan dengan kehidupan yang layak dan pendidikan yang baik. Namun, keprihatinan mendalam terhadap kemiskinan dan minimnya pendidikan di kalangan masyarakat biasa mendorongnya untuk memulai langkah nyata dalam mencerdaskan bangsa Indonesia.
Tjokroaminoto mengambil inisiatif untuk mendirikan sekolah rakyat. Hal ini menjadi sebuah langkah progresif yang menunjukkan dedikasinya untuk menyediakan pendidikan bagi kalangan yang kurang beruntung.
Dalam konteks ini, kisah hidup Tjokroaminoto memberikan inspirasi tentang betapa pentingnya peran individu yang memiliki akses ke pendidikan dan kesejahteraan untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kondisi sosial masyarakat.
Dengan mendirikan sekolah rakyat, ia tidak hanya menciptakan sarana pendidikan bagi mereka yang kurang beruntung, tetapi juga menggambarkan bahwa kepedulian dan tindakan nyata dapat menjadi kunci untuk mencerdaskan bangsa dan mengatasi ketidaksetaraan sosial.
7. Guru-Guru Gokil (2020)

Film tentang pendidikan ini merupakan film komedi. Guru-Guru Gokil mengangkat tema kehidupan para guru, dengan fokus pada seorang guru bernama Taat yang memiliki ambisi tinggi untuk mencapai kesuksesan finansial.
Meskipun memiliki impian besar untuk sukses dan kaya, Taat terpaksa bekerja sebagai seorang guru di sebuah sekolah. Perjalanan Taat sebagai seorang guru membawa perubahan besar dalam pandangannya terhadap uang, keberhasilan, serta dedikasi seorang pendidik.
Kejadian di sekolah tersebut menjadi poin kritis yang mengubah perspektif Taat. Ini membuatnya menyadari nilai pentingnya dedikasi dan pengabdian dalam profesi sebagai guru.
Film ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pesan tentang makna sebenarnya dari kesuksesan dan bagaimana nilai-nilai seperti dedikasi dapat membentuk perjalanan hidup seseorang.
Itu dia tujuh film tentang pendidikan dari WartaReview. Selain ketujuh film di atas, di internet, masih banyak rekomendasi lain. Tapi, ketujuh film di atas masih layak ditonton atau ditonton ulang.