WartaReview – Berikut ini kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 116 Kurikulum Merdeka tentang Kegiatan 4 Berlatih Mengubah Cerpen Menjadi Puisi yang kerap dicari para siswa.
Para siswa bisa menjadikan artikel kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 116 Kurikulum Merdeka tentang Kegiatan 4 Berlatih Mengubah Cerpen Menjadi Puisi ini sebagai referensi untuk belajar dan mengerjakan tugas di rumah.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 116 Kurikulum Merdeka tentang Kegiatan 4 Berlatih Mengubah Cerpen Menjadi Puisi ini ada dalam Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Berberbahasa dan Bersastra Indonesia kelas 11 SMA Cetakan Ke-1, 2021.
Sebagai informasi, Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Berberbahasa dan Bersastra Indonesia kelas 11 SMA Cetakan Ke-1, 2021 ini ditulis oleh Heny Marwati, dan K. Waskitaningtyas.
Baca juga: Bagaimanakah Kesinambungan Trem Sebagai Moda Transportasi
Tanpa berlama-lama lagi, ini dia kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 116 Kurikulum Merdeka tentang Kegiatan 4 Berlatih Mengubah Cerpen Menjadi Puisi.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 116 Kegiatan 4 Berlatih Mengubah Cerpen Menjadi Puisi

Kegiatan 4 Berlatih mengubah cerpen menjadi puisi.
Setelah memahami cerpen “Hatarakibachi” karya Awit Radiani, ubahlah cerpen tersebut menjadi sebuah puisi sesuai dengan unsur-unsur puisi yang telah dibahas.
Baca juga: Untuk Mewujudkan Organisasi Publik
Puisi terdiri atas 4-8 bait.
Kerjakanlah kegiatan ini secara berkelompok yang terdiri atas 4-5 siswa
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 116 Kurikulum Merdeka Kegiatan 4 Berlatih Mengubah Cerpen Menjadi Puisi
Di bawah ini adalah puisi yang diubah dari cerpen “Hatarakibachi” karya Awit Radiani.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Surat Dinas
Contoh Puisi 1:
HATARAKIBACHI
Bahasa Inggris dengan pengucapan payah
Petugas bandara membuatku sakit kepala
Enggan datang ke negeri ini, kusunggu undangan kehormatan
Kongres seni budaya Asia, kewajibanku hadir
Atau tak dihargai hubungan antarnegara
Angin musim semi mengibarkan ujung rambut
Tokyo ramah menyambut, kesejukan menyelimuti
Airport limousine membawaku ke Tobu Levant
Daerah pinggiran kota, tempuh dalam waktu satu setengah jam
Mual dan mabuk perjalanan, penyakit kampungan
Baca juga: Kunci Jawaban Post Test Modul 5
Di sepanjang jalan, kedai makanan memikat hatiku
Ingin mencoba semuanya, sushi asli di tempat asalnya
Pengalaman tak bisa dinikmati setiap hari
Dari kamar 1820, Tokyo Sky Tower menantang langit
Menara landmark yang pamer ketinggian
Bangunan saling adu tinggi, pengalaman yang sama
Pemandangan kota dari tempat tinggi, bentuk menara khas
Tak terlihat ujung dari bawah, tak terlihat pangkal dari atas
Terasa angkuh tak tersentuh, butuh waktu memahaminya
Bangunan tinggi yang menantang dan merayu
Di ofuro, air hangat bermekar aroma bunga
Merendam lelah, kulihat sabun bermerek sama
Geleng kepala, merek Jepang ada di mana-mana
Papan nama restoran di seberang, brand yang sama
Produk Jepang menguasai dunia dengan tegas
Berjalan seorang diri, peta dan buku percakapan di tangan
Kartu nama hotel terselip di saku, berani bertanya
Tak bisa berbahasa Inggris, sulit berkomunikasi
Berjalan hanya sampai Kinshi-co, stasiun kereta
Kaki-kaki manusia Jepang cepat berjalan, tak ada wajah terlihat jelas
Baca juga: Kurikulum dapat Dimaknai Sebagai Segala Sesuatu yang
Tertinggal di tengah kerumunan hatarakibachi
Kutu pekerja keluar masuk lorong chikatetsu
Lelaki muda tersenyum, menuangkan sake ke gelas
Mabuk diperbolehkan, menghilangkan lelah dan stres
Berjalan keluar hotel, mencari udara malam kampung halaman
Contoh Puisi 2:
Hatarakibachi
BAHASA Inggris dengan pengucapan payah
petugas bandara menyebabkan sakit kepala
aku enggan datang ke negeri ini
tapi Satoshi-san mengirim undangan
kehormatan kongres seni budaya Asia
Angin musim semi mengibarkan rambutku
Kesejukan Tokyo ramah menyambutku
Airport limousine membawaku ke Tobu Levant
Daerah pinggiran kota, perjalanan yang mual
Sakit kepala, penyakit kampungan
Seniman kampung jadi duta seni
Tak siap dengan perjalanan ini
Kedai makanan menggoda di sepanjang jalan
Sushi asli di tempat asalnya
Pengalaman tak bisa dinikmati setiap hari
Baca juga: Mengapa Proses Belajar Mampu Menumbuh Kembangkan Kecerdasan Budi Pekerti
Tokyo Sky Tower menusuk langit
Menara landmark pamer ketinggian
Bangunan saling adu tinggi
Kota dari tempat tinggi atau bentuk khas
Di bawahnya tak terlihat ujungnya
Ke puncak tak terlihat pangkalnya
Tokyo TV Tower, Shanghai TV Tower
Landmark lugu, sederhana, merakyat
Pangkal dan ujung terlihat sekaligus
Ofuro, air hangat beraroma bunga
Sabun bermerek sama di toilet bandara
Merek Jepang ada di mana-mana
Baca juga: Lunturnya Nilai dan Semangat Kekeluargaan
Di luar hotel, berjalan-jalan seorang diri
Dengan peta dan buku percakapan Jepang
Jalan santai sampai Kinshi-co, stasiun kereta
Kaki-kaki manusia Jepang berjalan cepat
Tak ada wajah yang bisa kuamati jelas
Semua begitu bergegas, punggung menjauh
Kumpulan lelaki mabuk tak aman
Diam-diam kutinggalkan bilik restoran
Pintu lift terbuka, sosok keluar, Endo!
Endo, mencarimu di atas
Bertatapan hingga pintu lift menutup
Tak jadi naik, Endo terpaku di depanku
Baca juga: Bagaimana Peran Penting Manusia dalam Membuat Peradaban
Endo, mencarimu di atas
Bertatapan hingga pintu lift menutup
Tak jadi naik, Endo terpaku di depanku
Hotel tempat jamuan makan malam
Hendak kembali ke kamarku
Pintu lift terbuka, sosok keluar, Endo!
“Apa kabar?” Endo berkata
Dalam bahasa Indonesia berlogat Jepang
Ojigi, membungkuk dalam-dalam
Endo, mengajak duduk-duduk di lobby
Setelah obrolan basa-basi, kami keluar
“Kau harus merasakan udara malam kampung halamanku”
Baca juga: Dalam Kompetensi Aman Bermedia Digital
“Aku merekomendasikan namamu”
Kata Endo, karena kau cantik
Kupasang ekspresi sinis, kucoba menolak
Endo, mengajak duduk-duduk di lobby
Setelah obrolan basa-basi, kami keluar
“Kau harus merasakan udara malam kampung halamanku”
Kongres budaya, kualifikasi, karyaku
Merasa tak layak hadir, tak diakui di negeri sendiri
Rekayasa Endo? Tidak ada bukti yang ku tahu
Kongres budaya, kualifikasi, karyaku
Merasa tak layak hadir, tak diakui di negeri sendiri
Rekayasa Endo? Tidak ada bukti yang ku tahu
Baca juga: Ragam Bentuk dari Rancangan Pembelajaran
Tokyo, tempat penuh tantangan dan bencana
Mengubah potensi kecil menjadi besar
Endo, seorang perupa yang kreatif
Tokyo, tempat penuh tantangan dan bencana
Mengubah potensi kecil menjadi besar
Endo, seorang perupa yang kreatif
Hatarakibachi, kutu pekerja yang tak mengenal diam
Bekerja tanpa henti, tak mengenal istirahat
Saatnya kita, menikmati karya dan potensi diri
Demikianlah kunci jawaban dari Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 116 Kurikulum Merdeka tentang Kegiatan 4 Berlatih Mengubah Cerpen Menjadi Puisi. Semoga para siswa bisa menjadikan artikel ini sebagai referensi untuk menjawabnya.