Microsoft Akhiri Windows 10, 240 Juta PC Jadi Sampah

  • Warta Review
  • Des 22, 2023
Microsoft Akhiri Windows 10, 240 Juta PC Jadi Sampah

WartaReview – Perusahaan raksasa di bidang teknologi, Microsoft dikabarkan tengah ingin merealisasikan niat untuk tak lagi memberikan dukungan kepada Operating System (OS), atau dalam bahasa Indonesia disebut Sistem Operasi, Windows 10. Hal ini rencananya bakal dilakukan pada tahun 2025 mendatang.

Jika benar terjadi, apa yang dilakukan oleh Microsoft ini tentu akan memberikan dampak besar. Salah satunya, setidaknya akan ada 240 juta PC atau komputer yang harus rela jadi sampah akibat tidak lagi bisa dioperasikan.

Baca juga: 8 Laptop 4 Jutaan Terbaik 2024, Cocok Buat Kerja & Belajar

Sistem Operasi Baru Microsoft

Windows 10
pcmag

Apa yang akan dilakukan oleh Microsoft ini dibenarkan oleh penelitian dari Canalys, sebagaimana dilansir pula oleh WartaReview dari CNBC Indonesia. Nantinya, tepatnya pada 10 Oktober 2025, Microsoft merencanakan untuk mengakhiri support perangkat lunak (software) ke Windows 10.

Lalu, Microsoft kabarnya bakal mengembangkan Operating System baru khusus guna memboyong teknologi artificial intelligence (AI), atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan istilah kecerdasan buatan, ke dalam perangkat komputer/PC.

Baca juga: 7 Laptop ASUS 5 Jutaan Terbaik 2024, Cek Spesifikasinya Disini

Windows 10 Tidak Akan Digunakan Lagi

Diperkirakan, angka 240 juta PC itu, jika benar jadi sampah, bakal jadi seberat 480 kg. Berat itu diperkirakan pula setara dengan bobot mobil sebanyak 320 ribu unit. Hal ini akan terjadi jika Windows 10 benar-benar tidak mendapatkan dukungan lagi.

Sebetulnya, tanpa adanya dukungan pembaharuan Operating System, perangkat yang mengandalkan Windows 10 masih tetap bisa beroperasi. Tapi, perlu digarisbawahi, diperkirakan, banyak instansi tidak bakal berlanjut memakai teknologi yang tak mendapatkan pembaharuan sistem keamanan lagi ke depan.

Sebenarnya, Microsoft sendiri memberikan penawaran guna tetap meneruskan support Windows 10 pada aspek sistem keamanannya. Meski tidak dijelaskan biaya pembaharuan ini, namun hal tersebut bisa dilakukan sampai Oktober 2028 nanti.

Masalahnya, diperkirakan, bakal lebih banyak perusahaan yang memutuskan untuk pindah dan beralih kepada perangkat baru yang sudah support Operating System teranyar. Hal ini logis jika dibandingkan mesti membayar biaya guna memakai produk yang dianggap sudah usang.

Baca juga: 6 Harga Laptop Dell Terbaru 2024, Cek Spek Lengkapnya Disini

Opsi Daur Ulang

Sebenarnya, jika benar bakal jadi limbah, semua PC ini bisa disulap menjadi material lain. Opsi daur ulang bisa diambil dari masalah ini.

Menggunakan komputer yang sudah tak dipakai menjadi magnet, yaitu komponen penting teknologi kendaraan bermotor listrik dan turbin angin, akan membantu memenuhi permintaan listrik global,” jelas Chief Commercial Officer Noveon Magnetics Peter Afiuny dilansir WartaReview dari CNBC Indonesia.