WartaReview – Pengembang game asal New York, Amerika Serikat, Rockstar Games baru saja meluncurkan trailer dari salah satu game andalan mereka yang bernama GTA 6. Trailer ini ditunjukkan kepada publik melalui media sosial YouTube pada 5 Desember 2023 lalu.
Di momen itu pula, Rockstar ingin menyampaikan kepada publik bahwa serial baru game GTA bakal segera bisa dimainkan. Kata mereka, game GTA 7 ini direncanakan bisa diakses publik pada 2025 mendatang.
Baca juga: Jadwal Rilis GTA 6 Sudah Terkonfirmasi, Catat!
Rockstar Games Dituntut Florida Joker Sebab GTA 6
Tak sedikit pihak yang menaruh atensi pada trailer yang punya durasi 90 detik tersebut. Satu di antara pihak ini adalah pria yang disebut juga sebagai Florida Joker, atau bernama asli Lawrence Sullivan.
Baca juga: GTA 6 Diprediksi Bakal Cuan Rp 15 T Sehari, Benarkah?
Florida Joker Tuntut Sebab GTA 6
eraspaceDilansir WartaReview dari beragam sumber, Florida Joker ini menuntut uang senilai 2 juta dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 31 M kepada pihak pengembang GTA 6, Rockstar Games. Apa pasalnya?
Menurut Florida Joker, wajahnya telah dipakai tanpa izin dan dimunculkan di dalam trailer GTA 6 oleh pihak Rockstar Games. Ia sendiri memang pernah ramai disoroti publik usai diamankan pihak berwajib sebab sebuah tindak kriminal yang dilakukannya.
Joker menyatakan sikapnya ini melalui media sosial TikTok. Publik pun menyatakan pandangan mereka.
Baca juga: 7 Fitur Terbaru GTA 6, Pengalaman Bermain Lebih Seru
Dapat Perlawanan Publik
Pandangan Joker ini tak diamini oleh banyak orang. Beberapa penggemar menganggap Rockstar tidak mencatut wajah Joker secara keseluruhan.
Menurut para penggemar, Rockstar hanya mengambil inspirasi dari sosok Joker. Maka dari itu, pernyataan Joker ini mendapatkan banyak penyangsian.
Salah satu figur publik asal Irlandia – Amerika Serikat, Roger Clark, pun angkat bicara. Menurut pria kelahiran 1978 itu, pihak Rockstar Games tidak akan memenuhi tuntutan dari Joker.
Clark pun sepakat dengan suara publik. Ia menganggap Rockstar tidak menggunakan wajah Joker secara utuh. Pernyataan Clark ini pun mendapatkan pembelaan dari publik.
Lalu, Clark pun mengingatkan bahwa Rockstar merupakan instansi yang paham betul hukum. Maka dari itu, mereka tidak akan berlaku gegabah.